SOREANG,(PRLM).-Siswa-siswa SMKN 2
Baleendah membuat kamera pengamanan (CCTV) dengan biaya murah hanya Rp
500.000,-. Namun, kemampuan CCTV itu cukup mumpuni karena memakai komputer
jinjing (laptop) yang bisa dibawa ke mana-mana untuk melihat pantauan CCTV.
"Awalnya kami membuat CCTV
sederhana karena aksi kejahatan yang marak. Kalau masyarakat membeli CCTV dari
perusahaan khusus tentu mahal sebab biayanya bisa di atas Rp 4 juta," kata
siswa kelas XII Teknik Komputer Jaringan (TKJ) SMKN 2 Baleendah, Dara Gustiani
dan Nova Nurjanah, Rabu (17/3).
Menurut Dara, alat-alat yang
dipergunakan untuk membuat CCTV sederhana adalah kamera (webcam) yang harga
pasarannya hanya Rp 100.000,-. "Alat lainya acces point untuk memancarkan
sinyal sehingga hasil pantauan kamera bisa ditangkap laptop. Kami membuat CCTV
sistem wireless tampa kabel. Bisa saja jumlah laptop lebih dari sebuah dengan
satu laptop sebagai server dan sisanya klien," kata Dara.
Pantauan kamera juga dilengkapi dengan
fasilitas suara sehingga laptop bisa mengeluarkan suara hasil pantauan.
"Tinggal kita perbesar memori kamera sehingga bisa menyimpan hasil
pantauan kamera selama berbulan-bulan." Katanya.
Hanya, siswa SMKN 2 Baleendah membeli
axxes point yang murah seharga Rp 250.000,- sehingga kemampuan sinyal masih
kurang. "Bisa diakali dengan menempatkan acces point di tempat tinggi
sehingga tidak ada halangan. Kelemahan sistem wireless apabila ada hambatan
seperti dinding atau hambatan lainnya," ujar Nova.
Rencananya SMKN 2 Baleendah akan
menempatkan CCTV di bengkel praktek dan tempat-tempat strategis untuk memantau
kegiatan siswa maupun menjaga keamanan sekolah. "Dengan dana sekitar Rp
1,5 juta kami berencana membuat 10 CCTV di SMKN 2 Baleendah sehingga kalau ada
kehilangan barang atau kegiatan yang di luar akademik bisa dipantau," katanya
didampingi guru pembimbing, Rofidin.
Selain bengkel-bengkel kerja siswa,
menurut Rofidin, perpustakaan, ruang guru, ruang tata hidang, dan ruang sidang
akan dipasang CCTV. "Bahkan kalau perlu tiap kelas dipasang CCTV dengan
komputer induk berada di ruang kepala sekolah sehingga kalau ada siswa yang
membuat masalah atau guru yang tak mengajar bisa dipantau," katanya.
(A-71/A-107)***

0 komentar:
Posting Komentar