
l4M k3n4l b3l14! T0loN6 d0n6 l1put 5EK0l4h kU.. b4Ny4k 3K5kul k3r3n L00hH, D1tun66u yUph2zz! +628387562XXXX
Belakangan ini, inbox SMS kita dipenuhi tulisan SMS dengan pola seperti di atas., ngetik SMS-nya niat banget, full variasi dan full aplikasi. Mereka dinamakan alay. Menurut situs http://wekickpedia.wikia.com/wiki/Alay, alay merupakan singkatan dari anak layangan. Well, enggak ada yang tahu persis kenapa dibilang anak layangan, tetapi kalau penasaran, kamu boleh cek beibi cek situs yang disebut di atas.
Fenomena alay ini menjadi sedikit menarik karena ternyata si alay ini enggak hanya dibicarakan oleh komunitasnya sendiri, tetapi juga oleh mereka yang ngaku (sedikit) terganggu oleh akibat yang ditimbulkan si alay ini. Uhm, kali ini saya enggak akan ngebahas terlalu dalem apa itu alay, tetapi hanya akan ngebahas tentang bahasa komunikasi yang dipakai oleh komunitas alay ini dalam SMS, atau status di Facebook dan Twitter. Entah karena banyaknya orang yang memakai tulisan alay, dan dampaknya adalah banyak yang merasa terganggu, sampai-sampai muncul grup antialay di Facebook. Enggak itu aja, di situs wekickpedia juga, komunitas alay ini jadi bulan-bulanan.
Remaja dengan segala ide kreatif mereka emang bisa bikin hal biasa jadi luar biasa. Contohnya ya alay ini, mengirim SMS atau update status di Twitter or Fecebook kan, hal lumrah. Tetapi bisa jadi enggak lumrah kalau isi dari pesan singkat or status tersebut seperti ini: cO’Na cMa qMo YaNk Co WaD qHo cYuM…. (dari Twitter-nya ophiabubuFC). Wheew, bacanya butuh waktu lebih semenit. Untuk ngertiin artinya? Coba sendiri berapa lama... Kalau menurut Anggy, dari SMAN 2 Bandung, tulisan seperti ini bikin pusing. "Nggak suka aja. Saya suka pusing kalau terima SMS bahasa alay gitu. Udah lama bacanya, mikir artinya lebih lama lagi. Balesnya juga lama aja," katanya sambil ketawa. Untungnya, teman-teman di sekolah Anggy ini enggak ada yang berkomunikasi dengan gaya tulisan seperti itu. "Kalau temen-temen SMP sih, masih ada yang suka pake bahasa alay," lanjutnya.
Bahasa alay kalau menurut Pak Sahala Saragih, dosen fakultas Jurnalistik Universitas Padjadjaran, itu mah cuma bahasa sandi yang hanya berlaku dalam komunitas mereka. "Tentu saja itu tak mungkin digunakan ke pihak di luar komunitas mereka, misalnya orang tua, guru, dan lain-lain. Penggunaan bahasa sandi itu menjadi masalah bila digunakan dalam komunikasi massa karena lambang-lambang yang mereka pakai tak dipahami oleh segenap khalayak media massa, atau dipakai dalam komunikasi formal secara tertulis," ungkap beliau.
Whoa, kebayang kan, jika bahasa alay ini masuk ke dalam tatanan bahasa akademis. Ngerjain pe er pake bahasa alay, atau ngisi ulangan pake bahasa alay, dengan alasan mau ikut tren dan biar cepet selesai. "Kalau untuk ngisi ulangan atau ngerjain pe er enggak pake bahasa itu (alay). Tapi kalau chatting, update status, atau kirim SMS suka sih pake bahasa alay. Mm, kalau ditanya alesannya kenapa, ya saya juga enggak tau pasti. Udah kebiasaan sih dari SMP, soalnya temen-temen saya kalau kirim SMS kayak gitu semua" kata Nita yang enggak mau nama sekolahnya disebutkan.
Christian Simamora, salah seorang penulis buku yang juga editor penerbit Gagas Media bilang, it’s okay kalau kamu make bahasa alay for fun dan bukan buat kepentingan formal. "Cuma, dengan catatan, kedua belah pihak yang menggunakan bahasa alay sebagai media komunikasi sama-sama memahami cara penggunaan bahasa itu. Kalau tidak, terpaksa harus ada yang mengalah," ungkapnya. Kamu yang sering pake bahasa ini untuk SMS tentu harus tau untuk siapa SMS tersebut kamu kirim. Jika yang dikirim ternyata enggak paham apa isi pesan kamu itu, tentunya kamu seperti bertepuk sebelah tangan. "Haha, udah kebiasaan sih pake bahasa alay. Jadi kadang juga suka nggak merhatiin mau kirim SMS ke siapa, udah kagok ngetik kayak gitu. Yang paling sering protes sih Mama," kata Nita, yang masih duduk di kelas XI ini. Esensi dari komunikasi kan, pesannya tersampaikan. SMS nyampe, belum tentu dengan maksud dari teks yang kamu kirim kan?
So, apakah bahasa alay ini udah termasuk ke dalam kategori bahasa yang mengganggu? Jawabannya, kembali lagi pada penggunaan bahasa tersebut. "Penggunaan bahasa sandi itu menjadi masalah bila itu digunakan dalam komunikasi massa karena lambang-lambang yang mereka pakai tak dipahami oleh segenap khalayak media massa, atau dipakai dalam komunikasi formal secara tertulis. Jadi, biarkan saja kaum muda itu menggunakan bahasa sandi mereka sendiri yang ditujukan kepada para anggota komunitas mereka sendiri saja," ucap Pak Sahala lagi.
Satu hal yang patut ditekankan pada penggunaan bahasa alay ini adalah: gunakan kepada mereka yang juga mengerti dan memakai bahasa tersebut. "Ada beberapa fans dari Bottle Smoker yang kirim message atau komen pake bahasa alay. Wah, itu bikin bingung dan kesannya jadi annoying. Masih saya bales sih, dengan bahasa yang lebih kacau. Sekalian nyindir maksudnya," kata Angkuy, personel Bottle Smoker.
Lucunya, alay yang boleh dibilang sebagai bahasa gaul masa kini, kesan mengganggunya lebih ke persoalan estetika. "Mengganggu mata, well, yeah... Tapi sampai dibilang merusak tata bahasa? Hohoho, saya cuma bisa bilang, J.S. Badudu tak pernah mengajarkan alay di buku tata bahasanya," kata Christian Simamora. Tak hanya J.S. Badudu, dijamin, guru bahasa Indonesia kamu dari zaman SD sampe di perguruan tinggi sekalipun enggak ada yang mengajarkan bahasa alay ini.
Tetapi kalau sampai dibilang sampai mengacaukan tatanan bahasa Indonesia, pengarang buku "Macarin Anjing" ini sedikit enggak setuju. "Kalau segala `alternatif ` bahasa informal sedikit-sedikit dihubungkan dengan kerusakan bahasa Indonesia, berarti sama saja dengan mengingkari fakta bahwa sedikit banyak bahasa Indonesia disusupi banyak serapan dari berbagai bahasa. Bahasa sendiri kan harusnya dilihat sebagai sesuatu yang dinamis, dan asalkan memenuhi syarat bisa dimengerti oleh pemberi informasi dan target informasinya," ujarnya.

Kalau melihat ke belakang sih, di zaman kakak, tante, bahkan ibu kamu pun, mungkin punya bahasa gaul yang hebohnya kayak zaman alay sekarang. "Kalau dulu, di masa kecil saya pernah mengenal sistem kode berbicara dengan mengganti semua huruf vokal dengan satu vokal tertentu saja," ungkap Christian. Lalu ada bahasa selipan –menyelipkan pi atau go di setiap suku kata, misalnya kepimapiripin apikupi dapitaping, kapimupi upidapih pupilaping (kemarin aku datang, kamu udah pulang). Ada lagi bahasa yang dibalik, kayak tikas turep, halas nakam (sakit perut, salah makan). "Tiap generasi atau masa selalu muncul bahasa sandi yang berlaku dalam suatu komunitas kecil atau besar. Bahasa sandi suatu komunitas bisa berumur pendek, tetapi bisa pula berumur panjang," ungkap Pak Sahala.
Bedanya dengan bahasa gaul masa lalu yang disebut di atas, bahasa alay ini banyak yang merhatiin, sampai-sampai ada situs khusus yang ngejelasin tentang alay, bahkan ada pula yang iseng bikin translator bahasa alay! Kalau penasaran, coba kamu cek situs alaygenerator.co.cc. tinggal ketik kalimat yang kamu pengen ubah jadi bahasa alay, voila, kalimat kamu bisa langsung berubah menjadi alay, hehehe…
Terlepas dari ganggu atau enggaknya bahasa alay ini, enggak ada salahnya lho, kita menikmati tiap perubahan atau inovasi bahasa komunikasi yang muncul. Asalkan itu dipakai pada saat yang tepat, media yang tepat, dan yang terpenting, komunikan (orang yang menerima pesan) yang tepat. Bahasa gaul itu datang dan pergi. Bisa dibayangkan dong, kalau kita hanya menikmati bahasa yang EYD terus-terusan tanpa ada kesempatan untuk memakai bahasa yang sedikit slengean. "Bahasa gaul akan datang dan pergi mengikuti perkembangan lifestyle generasi muda. Selagi masih `in`, dicoba saja. Nanti nyesel lho, hehe…" gurau Christian. Yups, bener banget, kalau enggak dicoba sesal datang kemudian. Kayak saya nih, begitu nemu alaygenerator.co.cc., iseng deh, kirim komen ke temen-temen pake bahasa alay. Hoho, tentunya jangan keseringan yes, bisa ngambek nanti temennya. Tetapi kalau kamu emang memakai bahasa ini dengan sesama pemakai juga, feel free, lhoo.. Seperti slogan operator telefon seluler: ke sesama pemakai bisa gratiiiss! j4n64N suN6k4n untUk c0b4 oK5!
0 komentar:
Posting Komentar