Memanfaatkan Apotik Hidup



Dalam pemanfaatanya, apotik hidup sangat lah mudah, bahkan orang awampun dapat melakukan atau menggunakan apotik hidup ini dengan baik. Namun, dalam memanfaatkan apotik hidup kita tidak bisa secara acak mencarmpurkan tanaman obat yang ada sebagai bahan obat tradisioanl, kita pun memerlukan resep baik secara tutun temurun atau pun secara ekspolarsi.
            Untuk mencari bagaimana cara membuat obat tradisional yang baik sebenarnya tidaklah sulit, kita dapat menggunakan berbagai media baik secara lisan ataupun tulisan. Untuk mendapatkan informasi tentang pembuatan obat dari apotik hidup ini kita bisa menggunakan media lisan seperti bertanya kepada orang-orang yang ada disekitar kita. Atau kepada orang yang lebih ahli. Namun kita juga bisa meendapatkan cara-cara pengolahan apotik hidup dari media cetak atau elektronik seperti dari buku, internet, majalah, majalah Koran, dll.

Apotek hidup



Pengertian apotek hidup adalah pemanfaatan sebuah lahan kosong pada sebagian tanah untuk ditanami tanaman obat-obatan untuk keperluan sehari-hari. Pada umum telah diketahui, bahwa banyak obat-obatan tradisional yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Seperti, sirih salah satunya, sirih dikenal karena memiliki kandungan antiseptik yang baik. Selain itu sirih juga dapat di gunakan untuk meredakan obat batuk .Obat tradisional pada umumnya lebih aman karena bersifat alami dan memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan obat-obat buatan pabrik. Oleh karena itu, sebagian orang lebih senang mengkonsumsi obat-obat tradisional.

SEJARAH BAHAN PELEDAK



Bahan peledak telah dikenal manusia sejak abad ke 13 oleh bangsa Cina jaman dinasti Sung, terutama sebagai mesiu atau serbuk hitam, yang dikenal dengan nama black powder. Roger Bacon (1242) telah menulis formula dari black powder. Berthold Schwarz (1300) juga menulis tentang black powder sebagai senjata api.
Tiga abad kemudian Kasper Weindl (1627), untuk pertama kalinya black powder digunakan pada operasi penambangan di Hungaria. Amerika ( 1675) membangun pabriknya di Massachusetts. Selanjutnya Inggris (1689) menggunakan bahan ini untuk penambangan timah. Begitu juga dengan Switzeland (1696) menggunakannya untuk konstruksi jalan. Sedangkan di Amerika (1705) digunakan untuk penambangan tembaga. Perang dunia I (1917) menghabiskan sebanyak kurang lebih 115.000 ton black powder, akhirnya pada tahun 1940 pemakaian black powder berkurang dan banyak pabrik tutup, selanjutnya bahan ini jarang digunakan dalam dunia pertambangan dan diganti bahan peledak lain yang lebih aman dan ekonomis, sementara untuk keperluan militer masih dipakai sebagai mesiu (proyektil peluru).
Bahan peledak “black powder” terindikasi oleh pihak penyidik kepolisian sebagai bahan peledak lemah (low explosive). Apapun jenis dan bentuk bahan peledaknya yang jelas sifat utama bahan peledak adalah tetap berbahaya bagi keselamatan orang-orang yang berada di sekitarnya dan efeknya dapat merusak dan membunuh, apabila ditangani oleh orang-orang yang mempunyai niat untuk suatu kejahatan.

Demam Cakar Kucing



Demam atau penyakit cakar kucing adalah semacam infeksi flu ringan. Penyakit ini pertama kali diuraikan pada tahun 50an sebagai infeksi pada bagian tubuh yang dicakar kucing (khususnya anak kucing) yang disebabkan oleh bakteri Bartonella Henselae. Nama ini diberikan untuk menghargai Dr. Diane Hensel, seorang ahli mikrobiologi yang melakukan sebagian riset di bidang ini.
Seseorang yang tercakar oleh kucing yang terinfeksi Bartonella Henselae, akan terinfeksi pula pada dinding pembuluh darahnya. Susahnya, si kucing yang terinfeksi biasanya tidak menunjukkan gejala sakit apapun.