skip to main |
skip to sidebar
Banyak usaha yang dilakukan orang agar dapat membakar kalori. Untuk itu, seorang wirausahawan bernama James Park menciptakan gadget kecil yang dapat membantu orang yang sedang rajin membakar kalori. Gadget yang diberi nama Fitbit Tracker dibuat untuk mengetahui seberapa besar kalori yang terbakar saat tubuh melakukan aktivitas. Fitbit Tracker memiliki bentuk yang ringkas seukuran lipstik dan cukup ditempelkan pada pakaian (clip on). Sensor yang terdapat pada Fitbit Tracker akan merekam kalori yang terbakar selama pengguna beraktivitas. Tak cukup sampai di situ, gadget mini itu akan mengirimkan datanya ke situs web. Di situs web itu pengguna akan memiliki rekaman data dan bisa membandingkan data miliknya dengan data pengguna lain.
Hewan apa yang paling banyak hidup di lautan? Jawabnya tentu ikan. Menurut para ilmuwan, ternyata ikan pula yang menentukan baik tidaknya kualitas air laut. Kotoran ikan ternyata dapat mengendalikan siklus karbon di air laut sehingga tahan terhadap perubahan iklim. Populasi ikan menghasilkan kotoran yang mengandung karbon anorganik kalsium karbonat dalam kadar tinggi yang bermanfaat untuk mengendalikan keasaman air laut. Selain mengendalikan keasaman, kalsium karbonat yang berwujud putih seperti kapur juga berguna untuk mendukung ekosistem laut dan pembentukan terumbu karang. "Senyawa tersebut membantu pengendalian jumlah karbon dioksida yang diserap lautan dari atmosfer pada masa depan," ujar Villy Christensen dari University British Columbia yang melaporkan penelitiannya dalam jurnal Science teranyar seperti dilansir Reuters. Selama ini, sumber kalsium karbonat hanya diketahui berasal dari organisme renik plankton. Namun, ternyata kotoran ikan menyumbang 3-15 persen kalsium karbonat di laut atau sekitar 110 juta ton per tahun. Itu pun baru populasi bony fish, sekelompok ikan yang tubuhnya bertulang keras. Bony fish mewakili 90 persen populasi ikan di samudra. Hiu dan pari tidak masuk kelompok ini. "Populasi bony fish yang diperkirakan antara 812 juta hingga 2 miliar ekor menekan dampak perubahan iklim melalui siklus karbonnya," ujar Christensen. Karena dampak perubahan iklim terus meningkat, peranan ikan akan semakin besar dalam mengendalikan siklus kimia lautan di masa depan.