Manfaat Tidur Siang


Tidak semua orang bisa tidur siang, padahal manfaat dari istirahat siang tersebut sangat banyak. Bahkan, penelitian terakhir mengungkapkan, tidur siang baik untuk mendongkrak ingatan. Pengaruh tidur siang jelas terlihat hasilnya untuk meningkatkan kemampuan mengingat hal-hal jangka panjang dan hal-hal yang bersifat penjelasan. Itulah temuan tim peneliti yang dipimpin Avi Karni, ahli ilmu otak dari Universitas Haifa, Israel, yang dipublikasikan jurnal Nature Neuroscience edisi terbaru. Memori jangka panjang biasanya tetap diingat seseorang selama bertahun-tahun, misalnya melihat terjadinya kecelakaan mobil di depan mata. Sementara itu, memori yang bersifat penjelasan, misalnya cara bermain drum atau video game. Penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh tidur dan ingatan menunjukkan bahwa tidur siang selama 90 menit paling ampuh untuk membantu otak mempertahankan ingatan jangka panjang. "Tidur siang hari memperpendek waktu bagi otak untuk mampu mengatasi gangguan dan kelupaan," ujar Karni. Selain pada saat tidur malam yang berlangsung normalnya 6-8 jam, konsolidasi ingatan di otak sangat baik bila dilakukan pada 90 menit tidur di siang hari.

Paul, Si Gurita Peramal Mati pada Usia 2,5 Tahun

MASIH ingat dengan Paul, si gurita yang menjadi superstar Piala Dunia 2010 karena jitu menebak setiap laga Jerman? Termasuk meramalkan Spanyol bakal jadi juara dunia dengan mengalahkan Belanda?

Taman Laut Oberhausen, Jerman, mengonfirmasi bahwa Paul telah mati di kolamnya dalam usia 2,5 tahun, Selasa (26/10) pagi waktu setempat.

Juru bicara Taman Laut Oberhausen, Ariane Vieregge, mengatakan, sebelumnya Paul tampak baik-baik saja, tetapi tiba-tiba ditemukan sudah mati di kolamnya. "Normal bagi gurita mati pada usia itu dan Paul meninggal karena sebab alami," ujarnya.

Gurita jenis Octopus vulgaris seperti Paul memang hanya mampu hidup tak lebih dari tiga tahun. Sebelumnya, Paul tinggal di Weymouth, Inggris. Lalu, dia pindah ke Taman Laut Oberhausen, Jerman.

"Selama hidupnya, dia sangat menikmati akuarium tempat dia tinggal. Paul juga telah membuat takjub dunia karena mampu memprediksi hasil pertandingan sepak bola dengan tepat," kata Manajer Sea Life, Stefan Porwoll.

"Kami semua tumbuh secara alami dan dia tentu akan dirindukan banyak orang. Mungkin, kami akan mengubur Paul di lingkungan Sea Life dan membuat monumen tersendiri," ujarnya.

Paul sempat menjadi bahan pembicaraan nomor satu di Twitter, dikenal dengan sebutan "Pulpo Paul". Para pengguna Twitter dari berbagai negara dan bahasa bercuap-cuap mengomentari Paul.

Paul selalu memprediksi kemenangan Jerman pada enam pertandingan, termasuk dua laga sensasional saat tim "Panser" menumbangkan Inggris 4-1 dan Argentina 4-0.

Namun, Paul secara mengejutkan memilih Spanyol yang akan menang saat lawan Jerman pada laga semifinal. Ternyata, ramalam binatang berkaki delapan itu benar.

Paul pun sempat dicaci-maki pendukung Jerman. Bahkan, sempat beredar kabar bahwa Paul mati dibunuh warga Jerman yang kecewa.

Sebaliknya, beberapa pengguna Twitter pendukung Spanyol sangat mengagumi kemampuan Paul. Bahkan, Pemerintah Spanyol menganugerahi Paul sebagai warga kehormatan Kota Carballino, Spanyol.

Paul pertama kali meramal pada Piala Eropa 2008. Ramalan Paul dua kali meleset. Pertama, pada babak penyisihan grup, 12 Juni 2008. Ketika itu, Paul meramal Jerman menjadi pemenang lawan Kroasia. Kenyataannya, Kroasia yang menang 2-1 atas Jerman.

Lalu, pada pertandingan final di Vienna, Austria. Sehari sebelumnya, 28 Juni 2008, Paul meramalkan Jerman jadi pemenang ditandai dengan Paul duduk di kotak berbendera Jerman sambil memakan kerang. Namun, keesokan harinya, striker Fernando Torres mampu menjebol gawang Jerman yang dijaga Oliver Kahn untuk membawa Spanyol tampil sebagai juara Piala Eropa.

Bagaimana cara meramal Paul? Manajemen Taman Laut Oberhausen menyediakan dua kotak yang ditandai dengan bendera tim yang akan bertanding. Lalu, Paul akan duduk di salah satu kotak untuk mengambil kerang dan memakannya. Kotak yang diduduki Paul yang akan memenangi pertandingan.

Beberapa stasiun televisi, termasuk stasiun televisi Jerman, NTV, selalu menyiarkan secara langsung aksi Paul dalam meramal. Penonton pun bisa melihat langsung aksi Paul tersebut.

Setelah Piala Dunia, banyak taman laut lainnya di seluruh dunia yang menawar Paul. Bahkan, seorang pebisnis Spanyol sempat menawar Paul sebesar 30.000 euro (Rp 343 juta) yang akan digunakan sebagai maskot acara berhubungan dengan keahlian memasak.

Namun, Taman Laut Oberhausen memutuskan tetap memelihara Paul sampai akhirnya si gurita peramal tersebut mati.

Jantung Mati Bisa Dihidupkan Kembali

Dunia kedokteran kembali membuat terobosan. Sebuah cara baru telah ditemukan, memungkinkan jantung yang sudah mati bisa dihidupkan dan berdenyut kembali. Terobosan ini menjanjikan penyediaan organ-organ transplantasi sesuai kebutuhan pasien penderita penyakit gagal jantung, ginjal, atau organ dalam tubuh lainnya.

Hanya saja, seperti dilansir jurnal Nature Medicine, jantung yang dihidupkan kembali itu bukan jantung manusia, melainkan jantung tikus. Para peneliti mengambil seluruh sel jantung yang telah mati dan hanya menyisakan struktur lunak jaringan kolegennya saja melalui teknik yang disebut deselulerisasi. Kemudian, para ahli menyuntikkan sel-sel yang berasal dari jantung tikus yang baru lahir.

Sel-sel baru dibiarkan tumbuh dan mengikat jaringan kolagen di atas cairan bernutrisi dalam ruangan khusus laboratorium. Selang empat hari, jantung tersebut terlihat berdenyut kembali. Para peneliti lalu menggunakan alat pacu jantung (pacemaker) untuk mengukur arah gerakan kontraksinya. Mereka juga merangsang jantung untuk memompa dengan mengalirkan cairan bertekanan ke dalamnya meniru aliran darah di dalam tubuh. Delapan hari kemudian, jantung yang dihidupkan kembali mulai dapat memompa cairan tersebut dengan sempurna. Sungguh menakjubkan.

"Kami yakin alam telah menciptakan alat-alat yang sempurna dan kami penasaran apakah ada cara di laboratorium untuk memberikan alat-alat yang dibutuhkan dan membiarkan alam bekerja," ujar Doris Taylor dari Pusat Penyembuhan Kardiovaskular Universitas Minnesota, AS. Alat yang dimaksud adalah jaringan kolagen, fibronacin, dan laminin.

Taylor yang bekerja sama dengan Dr. Harold Otto dari Rumah Sakit Umum Massachusetts, AS, telah menggunakan metode yang sama untuk membuat jaringan pembuluh jantung, pembuluh darah, dan organ lainnya. Teknik ini suatu saat diharapkan dapat dipakai untuk membuat organ transplantasi dari sel-sel tubuh pasien sendiri sehingga penolakan tubuh terhadap organ transplantasi yang sering ditemui selama ini dapat dikurangi. "Harapannya kami dapat membuat organ yang sesuai dengan tubuh Anda," ujar Taylor.

Kompas Bekerja Berdasarkan Prinsip Magnet

Mulanya yang disebut kompas hanyalah benda berbentuk besi magnet, yang ditaruh di lempeng kayu mengapung di air. Kompas sederhana ini bisa menunjuk arah utara dan selatan, karena Bumi memang merupakan batang magnet raksasa. Hal itu diketahui dari penemuan bahwa sepotong besi atau jarum besi yang disentuhkan pada batu magnet selama beberapa lama, ternyata cenderung menunjuk arah utara-selatan. Pelaut Cina dan Eropa pada abad dua belas, termasuk pengguna kompas tradisional ini. Arah barat dan timur memang tidak ditunjukkan oleh jarum besi. Namun, jika sudah tahu arah utara dan selatan, tentu arah lainnya mudah ditebak.


TAK terbayangkan deh, apa jadinya kalau di dunia ini tidak ada kompas. Tanpa benda yang satu ini, pelaut bisa pusing bagaimana menentukan arah kapalnya. Maunya berlayar ke Prancis, tetapi bisa-bisa nyasar ke Garut deh...

Sobat, ada tiga jenis kompas yaitu yang bekerja berdasarkan prinsip magnet (kompas magnetik), giroskopik, dan mengandalkan posisi bintang atau matahari. Kompas magnetik adalah jenis tertua yang paling dikenal.

Berabad-abad kemudian, para teknisi Inggris melakukan sejumlah perbaikan pada kompas magnet. Perbaikan ini terbilang lambat. Sampai abad ketiga belas, wujud kompas baru berupa jarum dan peniti yang disangga batang besi dalam mangkuk kecil. Mangkuk itu hanya bertandakan arah utara dan selatan. Baru di abad berikutnya, tanda ini berkembang menjadi tiga puluh titik-titik arah di sekeliling mangkuk. Satu kartu dengan titik-titik arah menempel tepat di bawah jarum, sehingga kita dapat melihat arah dari atas kartu.

Abad tujuh b elas, bentuk jarum berubah menjadi jajaran genjang, seperti yang kini kita kenal. Para penemu lebih memilih bentuk seperti ini, karena mudah disangga. Pada 1745, Goldwin Knight penemu asal Inggris, berusaha memperbaiki bentuk jarum menjadi batang yang lebih besar, sehingga dapat dipasang di atas poros. Kompas hasil pengembangannya dikenal sebagai kompas Knight dan lebih disukai orang dibanding bentuk terdahulu.

Meski begitu, kompas Knight belum berisi air seperti bentuk kompas modern, sehingga lebih dikenal dengan kompas kering. Jarum pada kompas kering mudah terganggu oleh guncangan dan getaran, sehingga mengakibatkan kacaunya penunjukan arah.

Pada 1862 ditemukan kompas cair pertama. Cairan pada kompas berfungsi sebagai penyeimbang tuas penyangga jarum. Ada cara khusus agar cairan dalam kompas tidak bocor. Bersamaan dengan munculnya kompas cair ini, maka tamatlah riwayat kompas kering di akhir abad sembilan belas.

Para pelaut modern menggunakan kompas yang biasanya ditaruh di ruangan khusus dan dilengkapi tabung silinder, dengan perlengkapan tambahan untuk memperjelas pembacaan kompas. Pada pesawat terbang, kompas dilengkapi alat koreksi, yang berguna untuk mencegah kesalahan pada magnet kompas, jika pesawat tiba-tiba berubah arah. Sebab, alat koreksi itu bernama gyroscope, maka penunjuk arah jenis ini pun disebut kompas gyromagnetic.

Gyroscope juga digunakan pada jenis kompas tanpa magnet, yang dikenal sebagai gyroscompas. Kompas jenis ini biasanya digunakan dalam pelayaran, karena bisa diatur untuk menunjuk arah utara sebenarnya dan bukan arah utara magnet.

Begitulah sobat, berkat jasa-jasa para penemu dan pengembang kompas, kita gak bakalan nyasar lagi deh...